MENOLAK TUHAN APA

AKIBATNYA??

Yesaya 7:18-25

Kekasih-kekasih Tuhan……

Latar belakang Perikop ini (Yes 7:18-25) merupakan bagian dari perikop besar Yes 7:1-12:6) yang mengungkapkan tentang nubuat-nubuat penting pada Zaman pemerintahan Raja Ahaz. Ahaz memerintah di tengah krisis politik dan pergolakan bangsa-bangsa yang kuat dan berkuasa dan saling silih berganti timbul dan hilang secara tragis. Di belakan krisis itu Yesaya menunjuk kepada kenyataan Kerajaan Allah yang damai dan Raja DAmai, yakni Imanuel. Inilah gambaran Yesaya 7:1-12.

Tetapi bagaimakah dengan pembacaan kita dari Yesaya 7:18-25? Pasti akan menjadi pertanyaan dalam diri kita adalah Mengapa teks pembacaan Yesaya pasal 7:18-25 berbicara mengenai hukum??? Dan mengepa Yehuda harus dihukum oleh Tuhan.??? Marilah kita menelaahnya!!!

Kekasih-kekasih Tuhan……

Yesaya 7:18-25 membagi hukuman dalam empat bagian besar yakni ayat 18-19, ayat 20, ayat21-22 dan ayat 23-25. Dua rangkaian pertama mengenai serbuan musuh-musuh, sedangkan yang kedua adalah mengenai situasi negeri yang telah diserang oleh musuh-musuh.

Kekasih-kekasih Tuhan……

Ayat 18-19 : Yehuda akan menghadapi 2 musuh adikuasa yang besar yakni Asyria dan Mesir. Yehuda akan di tindas oleh mereka. Tuhan hanya akan cukup bersiul, seperti seorang gembala kepada anjingnya, dan menguasai bangsa-bangsa besar dan menguasai mereka dan dipakai sebagai alat-Nya. Musuh-musuh tersebut digambarkan seperti ‘lalat’ dari Mesir dan “lebah” dari Asyur. Serangga-serangga tersebut pada musim-musim tertentu sangat banyak sekali di Yehuda; di bukit-bukit, hutan-hutan, lembah-lembah, jurang-jurang, batu-batu karang dan jalan-jalan. Musuh-musuh itu akan datang secara bergelombang dalam jumlah yang besar dan menduduki negeri itu, bahkan dilereng-lereng bukit yang terjal dan pagar-pagar duri, sehingga tak ada lagi tempat bersembunyi bagi orang-orang Yehuda. Seluruh negeri itu akan dikuasai total. Saudara-saudara kekasih Tuhan…pada bagian ini bagaimana kita melihat Tuhan memakai negari-negari lain untuk menghukum Yehuda karena ketidaktaatannya kepada Tuhan. Kedasyatan hukuman itu digambarkan seperti lalat dan lebah… sangat dasyat bukan!!!

Kekasih-kekasih Tuhan……

Ayat 20 : Asyur digambarkan seperti pisau cukur yang disewa. Siapakah yang menyewanya? Pada umumnya Tuhanlah yang dipandang sebagai penyewanya. Asyur memang dipakai sebagai alat Tuhan untuk sementara, maka hanya “disewa”. Asyur bukanlah Milik-Nya seperti halnya Israel yang menjadi milik-Nya. Dengan alat ini (pisau cukur) Tuhan Akan ‘mencukur’ Yehuda secara habis-habisan, dari kepala sampai pada kaki dan janggut sekalipun ( band. 2 sam 10 :4). Dengan cara simbolis demikian, Tuhan hendak merendahkan kemuliaan Yehuda dan menyerahkan mereka ke tangan musuh. Yehuda diserahkan ke tangan musuh dan dilecehkan secara pribadi juga. Yehuda tidak akan di binasakan secara Total , melainkan hanya direndahkan dan masih diberikan kesempatan untuk bertobat dan tidak lagi bersandar pada diri sendiri dan bangsa-bangsa lain.

Kekasih-kekasih Tuhan……

Ayat 21-21; melukiskan keadaan tanah dan orang-orang yang ditinggalkan dalam keadaan miskin dan kosong. Akibat dari serangan-serangan musuh, lading-ladang telah rusak dan hasilnya telah dirampas. Dalam keadaan yang amat memprihatinkan itu, ternyata masih ada sekelompok orang yang tinggal, masing-masing mempunyai seekor lembu betina dan dua ekor domba saja. Tuhan berkenan masih memelihara mereka hidup dengan dadih dan madu, seperti nenek moyang mereka pada zaman pengembaraan di padang pasir (Ulangan 6:3). Jika dikatakan bahwa air susu yand dihasilkan dari lembu itu adalah berkelimpahan, hal itu disebabkan oleh karena tidak banyak orang laen yang tidak dapat meminumnya. Saudara-saudara kita melihat gimana kedasyatan Allah menghukum Yehuda…tetapi IA menunjukkan karakter belas kasihannya kepada Yehuda agar mereka tetap bisa kembali kepada IA.

Kekasih-kekasih Tuhan……

Ayat 23-25; memberitakan tentang keadaan tanah itu. Kebun anggur yang luas dan mahal harganya, kini berubah menjadi padang rumput dan semak duri. Tempat-tempat itu menjadi kurang aman dan dihuni oleh banyak binatang sehingga menakutkan. Hanya orang-orang yang bersenjata lengkap dengan busur dan panah yang berani mendatangi tempat-tempat tersebut, entah untuk berburu atau bela diri. Di tempat-tempat yang lain, yang dulu adalah kebun anggur yang biasanya dipelihara baik dan dipagari tembok, kini berubah menjadi padang rumput yang diinjak oleh kambing dan domba (bnd. Hosea 2:11). Namun demikian tetap masih ada penghiburan dan pengharapan seperti yang dinyatakan dalam nama simbolis seperti Imanuel (ay 4).

Kekasih-kekasih Tuhan……

Kita telah melihat bagaimana kedasyatan Tuhan Allah dalam menghukum bangsa Yehuda. Bangsa Yehuda dihukum karena ketidataatannya kepada TUhan. Bangsa yang selalu menunjukka kemampuan dirinya sendiri tanpa mau mengandalkan kekuatan TUhan. Bangsa yang lebih menggantungkan dirinya kepada bangsa-bangsa lain dan bukan kepada Tuhan.. hal-hal inilah yang membuat murka Tuhan turun atas Yehuda. Bukankah kehidupan kita mirip dan bahkan hamper sama persis dengan Yehuda??

Kekasih-kekasih Tuhan……

Siapapun di dunia ini yang menolak Allah, pasti akan menerima konsekuensi dari penolakannya. Allah adalah sumber kehidupan yang kita andalkan. Ketika kita berpaling kepada manusia atau kepada apa saja yang kita andalkan dan membelakangi Allah, pasti kita akan mengalami hukuman dan kita akan kehilangan berkat-berkatNya.

Pada awalnya mungkin kita kan merasa berhasil, tapi keberhasilan diluar Tuhan adalah semu dan suatu saat ada saja yang akan menggerogoti (‘mencukur’) habis kehidupan kita. Kelimpahan itu berkat Tuhan akan lenyap dari diri kita.

Pada masa sekarang kita manusia semakin mengalami berbagai kemajuan di segala bidang kehidupan, kita harus waspada terhadap kehidupan manusia modern yang lebih mengandalkan kekuatan manusia dan teknologi dari pada mengandalkan Tuhan. Manusia berpikir “aku kan bisa tanpa Tuhan”. Buktinya aku lebih sukses daripada orang-orang yang siang malam berdoa dan membaca FirmanNya. “hati-hatilah dengan pemahaman yand demikian!! Yesus pernah berkata ; ‘Apa untungnya memperoleh seluruh dunia kalau jiwa kita binasa. Tidak ada sesuatu yang ada pada kita yang berasal dari diri kita. Semuanya adalah pemberian Tuhan, yang IA titipkan agar kita memuliakan namaNYa (Roma 11:26), oleh sebab itu marilah kita menggantungkan seluruh eksistensi kehidupan kita didunia ini hanya kepada Tuhan. Karena Dialah kita dapat merasakan semua kesuksesan dalam hidup kita. Ingatlah dan camkanlah bahwa Murka Tuhan pun tidak akan luput dari pada diri dan kehidupan kita apabila kita mengabaikan dan tidak mengandalkan TUHAN.

Kita Firman ini menjadi peringatan dan penguatan pada diri kita. Imanuel…Amin.

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip

The Best Time For Reading

calendars

Chating Ria


ShoutMix chat widget

This is Me

This is Me

Mengenai Saya

Foto saya
kalu udah melakukan sesuatu biasanya akan lupa ama hal lain, n yang paling sering dilakukan adalah belajar maka sering lupa ama makan....

teman-teman

Dafar Pengunjung